Kolaborasi Merial Institute, BKKBN, & LIBU Perempuan Sulteng gelar FGD Pencegahan dan Penanganan Pernikahan Usia Dini Pasca Bencana di Sulawesi Tengah

Kita selalu berharap generasi muda dapat memperoleh pendidikan, jaminan kesehatan, dan pekerjaan yang layak. Tapi pertemuan saya dengan para penyintas perkawinan anak di Palu, membuat saya khawatir terhadap masa depan.

Pasca tsunami, liquifaksi, dan gempa di Palu, puluhan anak dilaporkan menjadi korban dari perkawinan anak. Entah dari niat mereka sendiri, atau desakan orang tua.

Perkawinan anak adalah musibah, bencana lanjutan yang akan berujung pada bencana demografi. Bencana ini menyebabkan generasi muda tidak mendapatkan akses pendidikan, jaminan kesehatan reproduksi, dan berkurangnya angkatan kerja muda. Hal ini tentu menyebabkan bahaya sebuah generasi untuk 10 hingga 20 tahun mendatang.

https://m.kumparan.com/paluposo/sulawesi-tengah-masih-jadi-daerah-penyumbang-pernikahan-anak-tertinggi-1rojBuoaVbB

https://www.voaindonesia.com/a/libu-perempuan-33-kasus-kawin-anak-pasca-bencana-di-sulteng/5074916.html

http://metrosulawesi.id/2019/09/07/sulteng-penyumbang-pernikahan-dini/

Pernikahan Dini Rusak Generasi Bangsa

BKKBN Fokuskan FGD Program Pencegahan Pernikahan Anak di Sulteng

Salam hormat, Arief Rosyid (Merial Institute)

0 CommentsClose Comments

Leave a comment

shares