Perjalanan 7 jam lewat darat, terbayar lunas dengan menyaksikan Desa BSM Kedarpan Purbalingga. @laznasbsmumat membangunnya mulai dari 0, hingga memiliki sistem peternakan yang terintegrasi.
 
Adalah Pak Aris, Pak Maryono, Mas Dedi, dan teman2 Laznas BSM juga para peternak yang dengan kolaborasi mereka dapat terwujud sistem semi modern seperti ini. Kuncinya sabar kata mereka, meski telah dua tahun lebih berinteraksi tapi masih banyak hal baru yang diperoleh semuanya. Sejalan dalam surah Al-‘Ashr, untuk memperjuangkan kebaikan perlu ditekuni dengan sabar.
 
Manajemen mereka sekali lagi telah berlangsung dengan sangat baik (semi modern) dan memiliki sistem yang terintegrasi. Dari satu desa, berdampak pada kecamatan, hingga dijadikan referensi objek penelitian oleh dinas peternakan Purbalingga.
 
Selain penjualan kambing/domba, mereka juga membeli rumput dari warga sekitar dalam rangka memenuhi permintaan pakan fermentasi dari banyak pihak, sebagai eduwisata berbagai sekolah, wisata keluarga, hingga kotoran dijual untuk dijadikan pupuk kembali oleh warga sekitar.
 
Yang menarik perkara kotoran ini, pembeliannya dilakukan oleh masyarakat dengan memesan dan membayar lebih dulu atau istilah bagi yang pernah membeli kendaraan bermotor, inden.
 
Terasa betul kehadiran BSM untuk umat dan bangsa ditengah Pandemik Covid-19 ini, semoga dapat terus melanjutkan dan meningkatkan peran-peran yang baik ini.
 
Sebentar lagi Idul Adha, peternak yang 100% umat ini panen. Yuk, terus support Kebangkitan Ekonomi Umat dengan membeli hasil peternakan merek. Tidak kalah penting, jangan lupa menabung di BSM!
 
 
0 CommentsClose Comments

Leave a comment

shares