Kuallengi Tallanga Natowalia – Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai.

Pepatah Bugis – Makassar tersebut diusung pula oleh Arief Rosyid, putera Gowa, yang merantau ke Ibu Kota.

Dokter gigi – aktivis ini sempat mencecap getir perjuangan hidup di Jakarta. Saat jadi dokter gigi muda, 2010 – 2012, Arief pindah dari kos satu ke kos lainnya.

Arief pernah ngekos di pinggir rel kereta, menumpang di rumah saudagar dengan para perantau lainnya, ngekos di daerah rawan tawuran Jalan Tambak, hingga akhirnya ngekos di sepetak kamar di Tebet.

Kala itu, Arief menumpang praktik dokter gigi di klinik milih seniornya di Cempaka Putih. Arief tak hanya jadi dokter praktik biasa. Dua tahun di sana, Arief membawa klinik tersebut menjadi klinik pratama percontohan BPJS Kesehatan.

0 CommentsClose Comments

Leave a comment

shares