Banyak yang bilang bahwa kekuatan HMI ada pada jejaring serta tokoh-tokoh yang mengisi berbagai posisi penting di pentas nasional maupun di level kedaerahan. Tapi, buat saya, di luar itu ada hal yang lebih substantif yang menjadi priviledge kader HMI, yakni budaya dialog dan berpikir kritis.
Seringkali di HMI, sesama kader atau antara kader dengan senior maupun junior memiliki pandangan yang berbeda dari aspek politik. Namun, di HMI juga, kita dapat duduk satu meja dan saling mendebat dengan dewasa.
Termasuk di sesi-sesi kaderisasi. Meskipun saya sering diundang di berbagai tempat untuk mengisi LK HMI, tetapi saya juga sering jadi sasaran pertanyaan ataupun gugatan kritis dari adik-adik peserta.
Inilah yang membuat negeri kita kaya, karena perbedaan-perbedaan, namun satu komitmen untuk kepentingan umat dan bangsa.
Saya juga selalu meyakini, di manapun posisi kita, baik kader, senior, ataupun junior, merawat jejaring itu bukan perkara instan. Seringkali, kita harus berpeluh, bersabar, mengantre, untuk membangun jemaah, dan mengarahkannya untuk berbaris bagi kepentingan yang lebih besar.
Tetap semangat untuk adik-adik yang sedang meniti jalan dengan menjadi kader di himpunan. Bahagia HMI!