Inspiring Monday

Dapatkan informasi terbaru Inspiring Monday melalui email dengan melakukan Subscribe
ariefrosyid.id - surabaya 45

Dari Jiwa Surabaya 45: Titik Temu Orang Muda, Islam, dan Politik Sahabat yang baik

Ketika kita mendengar nama “Surabaya”, ingatan sejarah kita seketika tertuju pada momen krusial menjelang dan pasca-kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 1945. Surabaya bukan sekadar nama kota, melainkan simbol keberanian, tempat berkumpulnya para pemuda dari berbagai latar belakang yang menyatukan tekad melawan tirani. Dari resolusi jihad hingga pertempuran sengit di jalanan kota, Surabaya melambangkan jiwa zaman (zeitgeist) di mana pemuda mengambil peran terdepan untuk menentukan nasib bangsanya sendiri.

Siapa sangka, pada akhir tahun 2023 lalu, saya kembali “bersinggungan” secara intensif dengan nama Surabaya. Kali ini bukan di Jawa Timur, melainkan sebuah jalan berderet pohon rindang di kawasan Menteng, Jakarta Pusat: Jalan Surabaya.

Jalan Surabaya menjadi saksi bagaimana hari-hari kami jalani dengan begitu produktif. Di sanalah markas Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta berdiri, menjadi pusat aktivasi, penggodokan pemikiran, sekaligus ruang perjumpaan bagi orang muda dari seluruh penjuru Indonesia.

Di tempat ini pula, politik tidak kita hadirkan secara kaku atau jarak jauh, melainkan lewat interaksi nyata dengan masyarakat sekitar. Salah satu momen yang sangat berkesan adalah ketika kegiatan Cek Kesehatan Gratis pertama dari tim kampanye diluncurkan di Jalan Surabaya—sebuah simbol bahwa gerak politik orang muda harus selalu berorientasi pada pelayanan dan kebutuhan rakyat.

Jalan Surabaya juga menyimpan memori persinggungan singkat saya bersama Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Di sudut rumah ini, kami menggelar ruang-ruang diskusi lintas kalangan, mendengarkan masukan, serta memetakan gagasan tentang bagaimana agar politik dan partai, khususnya melalui jalur pengabdian di Golkar, dapat dijangkau secara renyah oleh generasi muda.

Kami percaya bahwa partai politik bukan semata-mata lembaga untuk agregasi kekuasaan, melainkan institusi tempat orang muda belajar, berproses, bertanding, serta menyumbangkan pikiran terbaiknya untuk Indonesia.

Melihat rekam jejak dinamika yang telah berjalan, ke depan kami ingin merawat Jalan Surabaya ini sebagai sentra perjumpaan yang berkelanjutan. Tempat ini akan dikembangkan menjadi pusat perjumpaan antara nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan politik gagasan yang dimotori oleh generasi muda.

Sebagaimana Surabaya 1945 menjadi panggung lahirnya keberanian orang muda zaman dulu, kami berharap “Surabaya 45” yang kami rawat ini ini dapat terus memancarkan spirit yang sama: tempat berkumpulnya orang muda yang siap berkarya, berinovasi, dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi umat dan bangsa.

Mohon doa restu dari kawan-kawan sekalian agar ikhtiar baik dari tempat bersejarah ini senantiasa dimudahkan, diberkahi, dan membawa kemaslahatan nyata.

ariefrosyid.id_Kanda Bahlil Kanda Sarmuji

Dua Sosok, Satu Misi: Selamat untuk Kanda Bahlil dan Kanda Sarmuji

Beberapa waktu lalu, saya mengunggah tiga foto lama yang menyimpan memori dan momen bersejarah di akun media sosial saya. Foto pertama merekam kebersamaan kami bertiga, Kanda Bahlil Lahadalia, Kanda Muhammad Sarmuji, dan saya, saat duduk melingkar dalam sebuah meja diskusi. Foto lainnya masing-masing saat Kanda Bahlil maupun Kanda Sarmuji menjadi imam salat berjemaah. 

Kedekatan Kanda Bahlil dan Kanda Sarmuji semakin lekat, terutama karena di Partai Golkar, Kanda Bahlil mengemban amanah sebagai Ketua Umum dan Kanda Sarmuji dipilih untuk menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen).

Unggahan tersebut menjadi catatan rasa syukur atas pelantikan dua sosok senior yang sangat saya hormati: Kanda Bahlil Lahadalia yang dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Koordinator Bidang Energi dan Hilirisasi merangkap Menteri ESDM, serta Kanda M. Sarmuji yang dilantik sebagai Menteri Perindustrian.

Bagi yang mengenal dekat, Kanda Bahlil dan Kanda Sarmuji adalah paduan yang saling melengkapi. Kanda Bahlil adalah figur pemimpin yang visioner dan senantiasa tegak lurus dengan visi Presiden untuk menempatkan prinsip “Indonesia First” di atas segalanya. Beliau terbukti dipercaya dua presiden, yakni sejak memimpin Kementerian Investasi/BKPM hingga Kementerian ESDM saat ini. Meski amanah sebagai Menko Energi dan Hilirisasi tentu bukan tugas yang mudah, insya Allah kepemimpinan beliau akan membawa transisi dan kedaulatan energi nasional terlaksana dengan sangat baik.

Di sisi lain, Kanda Sarmuji adalah sosok yang sangat paham teknokrasi, memiliki kemampuan problem solving yang tajam, dan di atas segalanya: beliau luar biasa humble (rendah hati).

Kehumble-an inilah yang menjadi magnet kepemimpinan beliau hingga dipercaya menjadi Sekjen DPP Partai Golkar. Siapa pun yang pernah bertemu langsung dengan beliau pasti sepakat bahwa Kanda Sarmuji sangat membumi. Padahal, jika melihat rekam jejaknya, beliau adalah legislator Golkar peraih suara tertinggi di Dapil Jawa Timur VI, anggota DPR RI incumbent, serta mantan Ketua DPD I Golkar Jawa Timur. Bahkan dari para senior Golkar, saya sering mendengar cerita bagaimana Kanda Sarmuji merupakan pionir yang memperkenalkan optimalisasi kampanye media digital di dapilnya. 

Di balik jajaran capaian politik dan teknokrasinya, ada sisi kehangatan Kanda Sarmuji yang selalu melekat di benak orang-orang terdekatnya.

Setelan “normal” saat kita bertamu ke rumah beliau adalah makan lesehan di atas karpet. Sering kali beliau sendiri yang berjalan ke dapur, membuka panci kukusan, lalu mengambilkan kami sepiring garang asem hangat. Tak berhenti di situ, beliau akan berpindah ke samping wajan panas, menggoreng dan mengambil sepiring penuh ayam goreng renyah untuk disajikan di meja kecil tempat kami mengambil hidangan.

Beliau memang gemar belanja sendiri ke pasar, meracik bumbu dan memasak di dapur, lalu mengundang kawan-kawan serta para junior untuk makan bersama, berdiskusi hangat, dan menutup malam dengan salat Isya berjemaah.

Melihat rekam jejak, kapasitas, dan kebumian beliau, kami sangat optimistis Kanda Sarmuji akan membawa angin segar dan keberpihakan nyata bagi industri nasional di Kementerian Perindustrian.

Selamat bertugas untuk Kanda Bahlil Lahadalia dan Kanda M. Sarmuji. Selain keluarga besar Golkar, doa dan dukungan penuh mengalir dari seluruh alumni dan kader HMI di mana pun berada.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, petunjuk, dan kelancaran bagi Kanda berdua dalam mengemban amanah besar ini demi kemakmuran rakyat dan kejayaan bangsa.

Yakin Usaha Sampai!

ariefrosyid.id_Kolaborasi Riset

Menjahit Kolaborasi Riset: PKS I-CHIP UMJ dan OR Kesehatan BRIN

Langkah awal Indonesian Center for Health Evidence-Informed Policy (I-CHIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam memperkuat ekosistem kebijakan kesehatan terus bergulir. Belum genap sebulan usai acara peluncuran (launching) I-CHIP yang dihadiri sederet tokoh nasional dan pemangku kepentingan, Alhamdulillah kami kembali menorehkan babak baru.

Pada Selasa, 22 September 2026, bertempat di Gedung ICC, I-CHIP UMJ secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Organisasi Riset (OR) Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penandatanganan PKS ini menjadi pijakan konkret untuk menyatukan potensi kepakaran dan data ilmiah dalam merumuskan rekomendasi kebijakan kesehatan nasional.

Momen penandatanganan ini memberikan kesan yang sangat mendalam bagi saya pribadi. Berada di tengah-tengah para periset hebat BRIN memperkuat keyakinan bahwa Indonesia memiliki modal pengetahuan yang sangat melimpah untuk mewujudkan kedaulatan kesehatan.

Organisasi Riset Kesehatan BRIN diisi oleh para talenta brilian Indonesia. Mereka adalah para peneliti dari Pusat Riset Biomedis, Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis, Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Pusat Riset Vaksin dan Obat, Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman, hingga Pusat Riset Veteriner. 

Pada kesempatan tersebut, saya juga sempat bertukar pikiran dengan rekan-rekan akademisi dari berbagai latar belakang kepakaran. Beberapa di antaranya ternyata bukan wajah baru bagi saya, seperti para alumni S3 Universitas Indonesia (UI) serta rekan-rekan alumni Lemhannas RI. Perjumpaan ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga makin memperlancar ruang dialog lintas disiplin.

Kerja sama ini menegaskan komitmen I-CHIP UMJ untuk menjalankan perannya sebagai knowledge broker. Riset-riset luar biasa yang dihasilkan oleh lembaga riset seperti BRIN tidak boleh berhenti di jurnal ilmiah semata, melainkan harus berhasil diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan (policy brief) yang ringkas, tajam, dan siap dieksekusi oleh pemerintah.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional ini, kita ingin memastikan bahwa kebijakan kesehatan masyarakat di Indonesia benar-benar berlandaskan bukti ilmiah empiris (evidence-informed policy) demi kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.

Mohon doa dan dukungan dari kawan-kawan sekalian agar kolaborasi strategis ini dapat berjalan lancar dan membuahkan karya nyata bagi kedaulatan kesehatan bangsa.

Masjid Al Hilal atau Masjid Tua Katangka adalah saksi bagaimana penyebaran agama Islam dilawali oleh para ulama lewat pemuda, yaitu Sultan Alauddin, raja Gowa yang saat itu berusia sekitar 17 tahun. Sultan ini juga yang kemudian mendukung penyebaran dakwah Islam ke seluruh Sulawesi Selatan.

Empat abad berlalu, DMI dan Irmahi Katangka, menyadari visi ulama masa lampau, bahwa dakwah Islam harus mengarusutamakan para pemuda.

Lewat kegiatan Tablig Akbar dan Halalbihalal, bertajuk ‘Kebangkitan Kaum Muda Milenial Literat dan Enterpreneurship dari Masjid’, kami membawa misi dakwah Islam kepada para milenial dan Generasi Z. Islam yang toleran dan damai lewat kesadaran literasi dan pemberdayaan ekonomi.

Dan saya bangga dipercayakan untuk berbagi di acara ini. Di hadapan para generasi muda calon pelanjut estafet negara, bangsa, dan Islam ini.

drg. M. Arief Rosyid
Anggota Pokja Pelayanan Kepemudaan