Oleh:
Arief Rosyid Hasan
(Ketum PB HMI 2013-2015, Ketua Yayasan Perkaderan Insan Cita)

Foto ini diambil tanggal 11 Maret 2019, bersilaturrahim dengan Kak Edi (Prof. Azyumardi Azra) di Kantor Wapres RI. Waktu itu Kak Edi sebagai Stafsus Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla.

Ini bukan pertemuan pertama atau terakhir, di banyak kesempatan saya ada dirombongan yang sama bersama Kak Edi. Terakhir ketika beliau sebagai Khatib Idul Fitri 1443 H di MASK.

Foto ini sangat berkesan karena ketika itu kami berdua saja di ruangannya. Seperti kebiasaan untuk bersilaturrahim dengan senior, saya meminta nasehat dan cerita pengalaman beliau.

Ada satu benang merah yang seringkali berulang oleh senior-senior yang saya temui, sejauh apapun melangkah dan mengabdi, jangan sekali-kali lupakan rumahmu di HMI.

HMI adalah tempat menyemai bibit-bibit terbaik umat dan bangsa. Masa depan Islam juga Indonesia ada di dalam genggaman kader yang setia menjaga Nilai-Nilai Dasar Perjuangan.

Kak Edi juga menekankan pentingnya memelihara integritas, menjaga amanah dengan niat yang tulus, juga memberi kontribusi terbaik dimanapun kita berada.

Sebagai Ketum HMI Cabang Ciputat tahun 1981-1982, Kak Edi benar-benar merasa kecewa ketika HMI seringkali lupa tujuannya untuk mencetak lima kualitas Insan Cita.

Penekanan ini muncul ketika Kak Edi mendengar, membaca, dan melihat berbagai situasi yang dihadapi HMI. Maklum saja, Kak Edi tergabung di beberapa grup whatsapp HMI maupun KAHMI.

Salah satunya yang menjadi topik perbincangan kami ketika proses Kongres HMI tahun 2013 di Jakarta. Berlangsung selama sebulan dan berpindah tempat hingga tiga kali.

Masih banyak cerita yang lain tentunya, seperti menularnya kejadian pelaksanaan Rapat Anggota Komisariat hingga Konferensi Cabang HMI yang juga berlarut-larut.

Kini Kak Edi telah meninggalkan kita semua, dengan segudang teladan yang beliau tebar. Berbagai penghargaan di dunia yang diterimanya, menunjukkan kualitas Insan Cita yang paripurna.

Harapan Kak Edi agar HMI meninggalkan cara-cara yang kontraproduktif dan kembali menegakkan tujuan dalam berorganisasi untuk memperoleh kualitas Insan Cita patut peroleh perhatian serius.

Insan Cita sesederhana membaca tujuan HMI, “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan islam, dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT”.

Semoga Kak Edi peroleh tempat terbaik disisi-Nya, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Juga keluarga besar HMI dan KAHMI dapat meneladani berbagai kebaikan dan keberanian yang telah beliau gelar. Al Fatihah.