Halo sahabat dan rekan-rekan sekalian, selamat menyambut hari Senin. Semoga akhir pekan kemarin memberikan kesegaran bagi kita semua untuk kembali tancap gas seminggu ke depan.
Bagi saya pribadi, akhir pekan kemarin diisi dengan perjalanan maraton yang luar biasa berkesan dalam rangkaian Silaturahmi Gagasan di Sumatera. Perjalanan ini membawa saya singgah di dua provinsi super strategis: Sumatera Selatan dan Riau. Menemui para senior Partai Golkar serta sahabat-sahabat AMPI di Palembang pada 19 Juni, lalu berlanjut ke Pekanbaru pada 21 Juni kemarin, memberi saya banyak perspektif segar langsung dari akar rumput.
Ada alasan kuat mengapa safari gagasan ini dilaksanakan di Bumi Sriwijaya dan Bumi Lancang Kuning. Kedua provinsi ini adalah raksasa sumber daya alam kita, mulai dari minyak, gas bumi, batu bara, hingga perkebunan. Dalam diskusi bersama para kader, saya menekankan bahwa Sumsel dan Riau bukan sekadar daerah penghasil komoditas, melainkan wilayah yang akan sangat menentukan masa depan kedaulatan energi Indonesia.
Kader Golkar dan AMPI di daerah harus paham arah besar pembangunan nasional yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Dan kita patut bangga, salah satu tokoh utama yang berada di garis depan eksekusi agenda besar ini adalah Ketua Umum Golkar, Kanda Bahlil Lahadalia, yang sedang menjalankan amanahnya sebagai Menteri ESDM.
Di bawah komando Bang Bahlil, amanat Pasal 33 UUD 1945 sedang benar-benar ditegakkan. Beliau bergerak sebagai panglima sektor energi, memastikan kekayaan alam kita tidak lagi diekspor mentah-mentah, melainkan dihilirisasi untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja luas, dan menata sumur rakyat agar lebih berkeadilan.
Dalam ruang-ruang dialektika di Palembang dan Pekanbaru, diskusi berlangsung sangat dinamis. Banyak kader menyoroti pentingnya sinergi agar potensi daerah ini bisa dinikmati langsung oleh masyarakat setempat.
Di sinilah pesan personal yang konsisten saya titipkan kepada seluruh kader muda: Kita tidak boleh lagi hanya menjadi penonton perubahan di pinggir lapangan. Golkar dan AMPI harus melahirkan kader-kader politik yang cakap, yang mampu menjadi penghubung kebijakan negara dengan kebutuhan riil rakyat.
Kita ingin menempatkan orang muda sebagai subjek utama pembangunan. Kita harus hadir sebagai pengusaha, profesional, inovator, legislator, hingga kepala daerah yang kompeten dan berintegritas. Kekuatan terbesar Golkar sejak dulu adalah kemampuannya melahirkan pemimpin yang bekerja nyata, dan tradisi kaderisasi itu harus kita perkuat hingga ke tingkat desa.
Namun, politik tentu tidak boleh melulu kaku. Di sela-sela padatnya konsolidasi organisasi, ada momen personal yang sangat membekas bagi saya saat tiba di Pekanbaru.
Selepas agenda formal, para senior dan rekan-rekan AMPI Riau mengajak saya melingkar santai di sebuah kedai lokal. Di atas meja, sudah berjejer rapi berbagai varian durian terbaik yang menjadi kebanggaan bumi Riau.
Malam itu kami dimanjakan dengan legitnya durian lokal Tembaga yang legendaris dengan warna kuning pekatnya, manis-pahitnya Musang King, hingga kelembutan rasa Durian Black Thorn (duri hitam). Di balik aroma durian yang menyengat dan suasana yang penuh tawa itulah, silaturahmi yang otentik justru terjadi. Kami bernostalgia, membedah tantangan organisasi secara lepas tanpa sekat, sekaligus mengunci komitmen untuk terus menjaga soliditas gerakan.
Perjalanan Silaturahmi Gagasan di Sumatera akhir pekan ini membawa pulang optimisme besar. Ketahanan energi, hilirisasi, dan politik orang muda bukan lagi sekadar narasi di atas kertas, melainkan agenda kebangsaan yang sedang kita kawal bersama.
Mari kita buka hari Senin ini dengan semangat baru. Jangan ragu untuk melangkah ke tengah lapangan, perkuat jejaring pengabdian kita, dan mari jadikan setiap langkah kita sebagai kontribusi nyata untuk kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa.
Selamat beraktivitas kembali, selamat berkarya!