Berkunjung ke Gowa adalah momen saya untuk kembali ke rumah dan orang tua. Tak hanya itu, saya juga kerap menyempatkan untuk ziarah ke makam Syekh Yusuf Al-Makassari. Syekh Yusuf adalah ulama besar yang menjadi pendakwah, tak hanya di Indonesia, tetapi juga hingga ke belahan dunia lain, yakni Afrika Selatan. 

Syekh Yusuf juga adalah salah satu ulama yang menyandang gelar pahlawan nasional. 

Profil lain yang menarik adalah ikatan pernikahan Syekh Yusuf membuat Kesultanan Gowa memiliki kekerabatan dengan Kesultanan Banten. Syekh Yusuf menikah dengan putri Sultan Gowa, lalu pada usia 18 tahun, Syekh Yusuf pergi ke Banten. Di Banten ia bersahabat dengan Pangeran Surya (Sultan Ageng Tirtayasa), yang kelak menjadikannya mufti Kesultanan Banten.

Selain ziarah makam Syekh Yusuf, saya juga bersilaturahmi ke rumah Syekh Sayyid Abdul Rahim Assegaf Puang Makka. Beliau adalah Mursyid untuk Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassari. 

Beliau berpesan agar terus berjuang untuk kemanusiaan. Selain itu, beliau mengingatkan tentang tarekat “ikrar bil lisan, tashdiqun bil qalb, amalun bil arkan” atau keimanan yang sejati bukan hanya diucapkan dengan lisan dan diyakini dalam hati, tetapi juga diwujudkan dalam perbuatan sehari-hari. Bismillah.