Sumber Daya Manusia (SDM) unggul adalah salah satu unsur yang mendukung terwujudnya ketahanan nasional. Karena konsen saya sejak lama mengenai SDM dan kepemudaan, maka tugas akhir pada program P3N Lemhannas juga saya arahkan agar menelisik hubungan antara kepemimpinan muda dan transformasi SDM.

Tema yang saya pilih yakni “Meritokrasi Kepemimpinan Muda Guna Transformasi SDM Unggul Dalam Rangka Ketahanan Nasional”. 

Meritokrasi, sebagai sebuah sistem yang menilai seseorang berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja (merit), menghapus faktor-faktor non-kompetensi seperti senioritas, koneksi (nepotisme), atau latar belakang sosial. Meritokrasi memberikan lapangan bermain yang setara bagi pemimpin muda. Mereka tidak perlu menunggu lama atau mengandalkan hubungan patronase untuk dipromosikan, tetapi dinilai murni dari hasil kerja dan potensi yang ditunjukkan.

Mengetahui bahwa jabatan dan penghargaan hanya didapatkan melalui prestasi, pemimpin muda akan termotivasi untuk terus meningkatkan keterampilan (misalnya: literasi digital, kemampuan analisis, critical thinking), yang merupakan modal penting untuk menciptakan SDM unggul.

Nah, berhubung kami sebagai peserta sudah mulai menyusun tugas akhir, saya pun menghadap salah satu tokoh di bidang SDM Indonesia saat ini, untuk berdiskusi dan menggali insight. Ia adalah Kanda Agus Dwi Handaya, bankir senior yang saat ini dipercaya sebagai salah satu Managing Director di BP Danantara. Kanda Agus sebelumnya merupakan Direktur SDM di Bank Mandiri, serta hingga 2027 nanti mengampu jabatan sebagai Ketua Forum Human Capital Indonesia (FHCI).

Meski beragam tantangan diberikan oleh Lemhannas kepada para peserta, saya sendiri masih sangat semangat dan menikmati materi pada kelas-kelas yang diisi oleh para pakar. Yakusa!