Selamat hari Senin, rekan-rekan pembaca setia newsletter sekalian. Semoga fajar awal pekan ini membawa semangat baru bagi kita semua untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Akhir pekan kemarin, perjalanan silaturahmi gagasan membawa saya merapat ke pesisir utara Jawa Barat, tepatnya di Indramayu. Saya mendapatkan kehormatan untuk hadir dan berbagi pemikiran sebagai pemateri dalam agenda Sekolah Politik angkatan ke VIII Hilal Hilmawan Institute. Menghadiri forum yang sengaja didesain terbatas dan mendalam ini membuat optimisme saya kembali membumbung tinggi: anak muda daerah tidak pernah kekurangan daya kritis, mereka hanya butuh ruang penyerapan yang tepat.
Pada forum tersebut, saya sengaja mengulik realitas mendasar mengenai peta gerakan anak muda hari ini. Kita sering melihat anak muda begitu vokal di media sosial, turun ke jalan, atau aktif di berbagai komunitas kerelawanan. Upaya-upaya tersebut termasuk partisipasi politik juga.
Namun, saya menitipkan satu catatan penting: Perbaikan di Indonesia tidak akan pernah bisa tersentuh secara menyeluruh jika aspirasi tersebut tidak diaktualisasikan melalui lembaga-lembaga politik resmi.
Kanal utama itu bernama partai politik. Keresahan kita terhadap kebijakan publik, ketimpangan ekonomi, atau akses pendidikan yang tidak merata, tidak akan mengubah undang-undang jika tidak diagregasikan secara kelembagaan di parlemen. Oleh karena itu, organisasi sayap partai seperti AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) adalah arena yang paling tepat. Di AMPI, kita mengajak anak muda untuk tidak sekadar melek politik dan ekonomi, tetapi terlibat aktif menjadi pemain yang mampu mengartikulasikan keresahan publik menjadi produk kebijakan.

Apresiasi untuk Hilal Hilmawan: Oase Politisi Muda
Kehadiran Sekolah Politik ini membuat saya menaruh rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada inisiatornya, Sahabat Hilal Hilmawan. Sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar (Dapil Indramayu-Cirebon), Hilal adalah potret politisi muda yang matang secara ideologis dan paham betul cara kerja kelembagaan politik.
Ia sadar bahwa tanpa partai politik, aspirasi pemuda di daerah akan sangat sulit mendapatkan spotlight atau perhatian utama di meja kekuasaan. Alih-alih bergerak sendiri secara elitis, Hilal mendirikan Sekolah Politik ini dengan format kelas yang intensif sebagai wujud nyata dari kepeduliannya untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi generasi muda.
Terlebih, dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris DPD AMPI Jawa Barat, langkah Hilal ini semakin mempertegas posisi AMPI di semua tingkatan: kita adalah garda terdepan partai yang paling responsif dalam menyambut, menggodok, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat bawah.
Sekolah Politik yang telah menginjak Angkatan ke-VIII ini adalah bukti konsistensi, bukan sekadar komoditas musiman menjelang pemilu. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Sahabat Hilal Himawan, seluruh panitia, dan tentu saja para peserta yang dengan luar biasa antusias menyukseskan agenda kemarin.
Dari Indramayu kita belajar: anak muda tak perlu alergi terhadap partai politik, atau alergi terhadap politik praktis. Mari kita masuki institusi politik, kita huni partai politik, dan kita suarakan kepentingan rakyat dengan cara-cara yang melembaga dan bertenaga.
Selamat memulai aktivitas di pekan yang baru. Mari terus merawat kaderisasi, menjaga integritas, dan memimpin perubahan!