Di tengah berbagai aktivitas konsolidasi kepemudaan dan ekonomi di daerah, saya mendapatkan sebuah kehormatan dan amanah baru yang sangat strategis di tingkat nasional. 

Alhamdulillah, saya dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Budaya pada Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (DPP IKAL-Lemhannas).

Keputusan penempatan ini ditetapkan langsung oleh Ketua Umum DPP IKAL-Lemhannas, Prof. Purnomo Yusgiantoro, Ph.D., seorang tokoh senior, akademisi, dan mantan Menteri Pertahanan serta Menteri ESDM yang integritasnya tidak perlu diragukan lagi.

Bagi saya secara personal, penunjukan ini membawa sebuah tanggung jawab moral dan keistimewaan tersendiri. Di dalam jajaran kepengurusan inti pusat, saya menjadi satu-satunya Wakil Ketua Bidang yang hadir mewakili barisan alumni Program Pendidikan Pemuda Negarawan (P3N) Angkatan 26 Lemhannas RI.

Di forum IKAL, saya berkesempatan untuk berkolaborasi dan melebur ke dalam satu barisan pemikiran bersama para tokoh senior, perwira tinggi, profesional, dan akademisi yang merupakan alumni dari Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) lintas angkatan, alumni Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (P2NK), hingga Kursus Reguler Angkatan (KRA).

Berada di tengah-tengah para pakar dan senior membuka memori saya pada kilas balik perjalanan intelektual setahun yang lalu. Saat itu, saya berkesempatan menempuh pendidikan intensif di Lemhannas RI melalui jalur P3N Angkatan 26. Selama masa pendidikan, kami ditempa untuk membedah ketahanan nasional dari berbagai gatra. Gatra tersebut mulai dari geografi, demografi, hingga ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya. 

Pengalaman setahun lalu itulah yang membuka mata saya bahwa tantangan terbesar bangsa ini ke depan bukan lagi sekadar mempertahankan kedaulatan fisik, melainkan bagaimana kita menjaga ketahanan non-fisik, termasuk dalam sektor kesehatan publik dan ketahanan sosial budaya masyarakat di era disrupsi global.

Amanah di Bidang Kesehatan dan Sosial Budaya ini sangat relevan dengan fokus perjuangan yang selama ini saya tekuni. Kita tahu betul bahwa pasca-pandemi dan di tengah transisi menuju Indonesia Emas 2045, sektor kesehatan masyarakat dan ketahanan budaya lokal menghadapi tantangan yang sangat kompleks. Salah satunya, yang saya angkat dalam disertasi saya, “Rumusan Kebijakan Asuransi Kesehatan Tambahan Jaminan Kesehatan Nasional”. 

Amanah baru ini kembali menegaskan keyakinan dasar saya: bahwa panggilan untuk mengabdi pada republik ini tidak boleh dibatasi oleh sekat-sekat kelompok atau latar belakang generasi. Ruang-ruang strategis seperti Lemhannas dan IKAL harus terus diisi oleh kolaborasi yang harmonis antara kematangan pengalaman para senior dan gelora energi serta inovasi yang dimiliki oleh orang muda.

Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Prof. Purnomo Yusgiantoro dan seluruh keluarga besar DPP IKAL-Lemhannas atas kepercayaan berharga ini. Mohon doa dan dukungannya dari rekan-rekan sekalian agar saya senantiasa amanah dan konsisten memberikan karya nyata bagi negeri.

Selamat memulai pekan yang produktif untuk kita semua. Mari terus melangkah ke tengah lapangan, tegakkan integritas, dan jaga marwah kebangsaan kita!

0 CommentsClose Comments

Leave a comment