Langkah awal Indonesian Center for Health Evidence-Informed Policy (I-CHIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam memperkuat ekosistem kebijakan kesehatan terus bergulir. Belum genap sebulan usai acara peluncuran (launching) I-CHIP yang dihadiri sederet tokoh nasional dan pemangku kepentingan, Alhamdulillah kami kembali menorehkan babak baru.

Pada Selasa, 22 September 2026, bertempat di Gedung ICC, I-CHIP UMJ secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Organisasi Riset (OR) Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penandatanganan PKS ini menjadi pijakan konkret untuk menyatukan potensi kepakaran dan data ilmiah dalam merumuskan rekomendasi kebijakan kesehatan nasional.

Momen penandatanganan ini memberikan kesan yang sangat mendalam bagi saya pribadi. Berada di tengah-tengah para periset hebat BRIN memperkuat keyakinan bahwa Indonesia memiliki modal pengetahuan yang sangat melimpah untuk mewujudkan kedaulatan kesehatan.

Organisasi Riset Kesehatan BRIN diisi oleh para talenta brilian Indonesia. Mereka adalah para peneliti dari Pusat Riset Biomedis, Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis, Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Pusat Riset Vaksin dan Obat, Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman, hingga Pusat Riset Veteriner. 

Pada kesempatan tersebut, saya juga sempat bertukar pikiran dengan rekan-rekan akademisi dari berbagai latar belakang kepakaran. Beberapa di antaranya ternyata bukan wajah baru bagi saya, seperti para alumni S3 Universitas Indonesia (UI) serta rekan-rekan alumni Lemhannas RI. Perjumpaan ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga makin memperlancar ruang dialog lintas disiplin.

Kerja sama ini menegaskan komitmen I-CHIP UMJ untuk menjalankan perannya sebagai knowledge broker. Riset-riset luar biasa yang dihasilkan oleh lembaga riset seperti BRIN tidak boleh berhenti di jurnal ilmiah semata, melainkan harus berhasil diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan (policy brief) yang ringkas, tajam, dan siap dieksekusi oleh pemerintah.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional ini, kita ingin memastikan bahwa kebijakan kesehatan masyarakat di Indonesia benar-benar berlandaskan bukti ilmiah empiris (evidence-informed policy) demi kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.

Mohon doa dan dukungan dari kawan-kawan sekalian agar kolaborasi strategis ini dapat berjalan lancar dan membuahkan karya nyata bagi kedaulatan kesehatan bangsa.

0 CommentsClose Comments

Leave a comment