Adrenalin masih memompa usai Rembuk Energi dan Hilirisasi. Kami meneruskan silaturahmi dengan Satgas Hilirisasi. Pada kesempatan ini, tim Pusat Strategi Kebijakan (PUSAKA) ESDM juga hadir untuk memberikan data serta analisis terbaru yang terkait dengan hilirisasi.
Turut hadir, ‘letting’ atau teman seangkatan saya di Lemhannas, yakni Prof. Ali Berawi dari FT UI, lalu Prof. Ratna Wardhani dari FE UI, Bung Arya Fernandes dari CSIS, Bang Muzakkir Djabir, Mas Haryo – Pimred Elshinta, Mas Bambang – pengusaha, dan Mas Agus Astra dari Universitas Pertamina.
Kami menerima paparan mengenai peta jalan beberapa sektor strategis, yakni kelistrikan, minyak dan gas, hingga mineral. Selain itu, kami lebih diajak memahami lebih dalam tentang hilirisasi aneka komoditas, dan berbagai tantangannya. Dari diskusi ini juga terkuak, bahwa tantangan utama dalam mengakselerasi hilirisasi seringkali berasal dari koordinasi antar lembaga di negara kita.
Namun, di sisi lain, banyak aspek juga yang telah berjalan sesuai koridornya, dan memiliki peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kita mencapai 8 persen. Target 8 persen ini penting, agar pada 2045, tingkat GDP kita sudah bisa memenuhi angka minimiu yang dibutuhkan untuk menjadi negara maju.
Terima kasih untuk Mas Dani dan Bang Dwin yang sudah membantu memfasilitasi, serta Prof. Ahmad Erani yang sudah terus membuka kolaborasi dengan Satgas Hilirisasi.