Senang sekali rasanya bisa menginjakkan kaki kembali di negeri Serambi Mekkah, Nanggroe Aceh Darussalam. Berkat kerja sama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Aceh menjadi salah satu daerah yang para pengurus masjidnya kami gandeng untuk go-digital. 

Pada kunjungan kali ini, yang berlangsung hari Minggu (26/12), saya mendapat kesempatan istimewa untuk mendampingi Wakil Komisaris Utama BSI Dr. Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih kita kenal dengan sapaan Tuan Guru Bajang. Kami juga didampingi Sekjen DMI Pak Imam Addaruqudni, Kepala BSI Provinsi Aceh Pak Achris Sarwani, dan Dewan Pengawas Syariah Pak Dr. Mohamad Hidayat. 

Tempat kick-off digitalisasi masjid ini adalah Masjid Oman Al Makmur di Banda Aceh. Kami memperkenalkan aplikasi digital masjid BSI, net banking untuk manajemen masjid, BSMI Smart, Jadiberkah.id untuk donatur masjid, konektivitas QR code QRIS untuk sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya, pelatihan berbasis masjid, serta pembiayaan untuk masjid. 

Sehari sebelumnya, telah diadakan pelatihan secara hybrid oleh takmir masjid di Provinsi Aceh. 

Aceh adalah daerah yang krusial untuk BSI dan siapapun yang memperjuangkan ekonomi syariah. Sebagai satu – satunya daerah di Indonesia yang menegakkan hukum syariah, kami ingin mengajak masjid di Aceh makmur dan memakmurkan masyarakat sekitarnya – sebagaimana visi Dewan Masjid Indonesia. 

Selain memperkenalkan digitalisasi masjid, kami juga berkesempatan bersilaturahim dengan para ulama di Aceh. Beliau – beliau antar alain Ulama Abu MUDI, Abu Kuta Krueng, dan Ayah Sop Jeunib.

Berbagai masukan, kritikan, aspirasi masyarakat, dan nasehat disampaikan oleh beliau – baliau agar Bank Syariah Indonesia memberi pelayanan terbaik. Ini sebagai komitmen agar BSI mampu menjadi pilar dalam menyukseskan Qanun LKS, sebagai langkah visioner masyarakat Aceh.

Aceh harus menjadi kiblat ekonomi syariah, tentu tidak sesederhana membalikkan telapak tangan, tapi kita harus Yakin Usaha Sampai!

Setiap dan Manfaat, Titip BSI untuk Dorong Ekosistem Islam

Pekan lalu, BSI mengadakan Rapat Kerja (Raker) RKAP alias Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan. Rapat ini boleh dibilang menjadi rapat besar dan dihadiri stakeholder yang akan menentukan dan menggerakkan BSI di masa datang. 

Saat diberi kesempatan untuk memberikan masukan, saya menyinggung mengenai pentingnya pembangunan ekosistem Islam. BSI sejauh ini sudah cukup berkontribusi terhadap pembangunan umat melalui berbagai badan yang dibentuk, misalnya YBSMU yang sebelumnya adalah Laznas BSI. Ke depan, BSI perlu getol melakukan aktivasi dan berkolaborasi untuk masuk lebih dalam untuk memberdayakan ekosistem ekonomi Islam. 

Dengan 87 % populasi muslim, puluhan ribu pesantren, ratusan ribu masjid, ziswaf, umroh/haji, dan berbagai potensi lain, BSI dapat masuk lewat jejaring yang ada dan mentransformasikannya sebagai sebuah kekuatan yang menopang Indonesia Maju.

Mohon doa juga dukungan kita semua untuk kemajuan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia. Sudah lama potensi ini tertidur, kita bangunkan untuk kemaslahatan umat dan bangsa.