Hadir kehangatan tersendiri ketika saya dan beberapa teman memilih melakukan road trip melintasi jalur darat Sumatra. Perjalanan melintasi Lampung hingga Palembang menghadirkan ruang untuk singgah, menyapa kawan-kawan, serta mendengarkan denyut kehidupan warga di sepanjang perjalanan. Kali ini, titik tujuan utama saya adalah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Kunjungan kami ke Lahat ini memenuhi undangan dari Bupati Lahat, Kanda Bursah Zarnubi (BZ). Kanda BZ adalah seorang aktivis senior KAHMI yang kini dipercaya memimpin daerah kelahirannya.

Selain berdiskusi mengenai potensi besar pengembangan ekonomi daerah Lahat, salah satu momen yang paling berkesan adalah saat kami diajak berpetualang masuk langsung ke dalam area hutan di Lahat, lokasi di mana masyarakat lokal mengusahakan sumur minyak rakyat.

Selama ini, pengelolaan sumur minyak oleh masyarakat dibayangi oleh ketiadaan payung hukum. Dahulu, aktivitas ini dianggap ilegal karena kekhawatiran terkait standar keselamatan (safety), risiko kecelakaan kerja, hingga ancaman pencemaran lingkungan.

Namun, titik balik penting terjadi di era Menteri ESDM Kanda Bahlil Lahadalia. Melalui terobosan regulasi dan formalisasi tata kelola sumur minyak masyarakat, pemerintah tidak lagi menggunakan pendekatan pelarangan, melainkan pembolehan yang tertata dan bertanggung jawab.

Masyarakat kini diberikan kesempatan resmi untuk mengusahakan sumur minyak rakyat melalui wadah Koperasi atau BUMD. Tak sekadar memberikan izin, pemerintah bersama pihak terkait juga menghadirkan pendampingan berkelanjutan, khususnya pada aspek Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lindung Lingkungan (K3LL). Dengan standar keselamatan kerja yang ketat dan tata kelola lingkungan yang terarah, warga dapat bekerja dengan tenang, aman, dan terlindungi dari risiko kecelakaan maupun paparan bahan berbahaya.

Langkah tersebut adalah wujud nyata dari demokratisasi dan kedaulatan energi. Pemerintah lewat KESDM berupaya memastikan kekayaan alam Indonesia dapat diakses secara sah dan memberikan kemakmuran langsung bagi masyarakat. 

Setelah melihat langsung proses di lapangan dan mendengarkan aspirasi dari para stakeholder setempat, saya semakin optimistis bahwa kebijakan pembukaan dan penataan kembali sumur minyak rakyat ini sudah sangat tepat dan relevan.

Di tengah tantangan geopolitik global, Indonesia dituntut untuk terus mengupayakan diversifikasi dan kemandirian energi. Keberadaan sumur minyak rakyat yang didampingi dengan standar K3LL yang baik tidak hanya membuka lapangan kerja lokal, tetapi juga menjadi tulang punggung tambahan dalam mendongkrak produksi minyak nasional.

Perjalanan darat ini juga kami manfaatkan untuk merawat ikatan silaturahmi. Singgah di beberapa kabupaten dan kota di Lampung hingga Palembang selalu memberikan ruang bagi kami untuk duduk melingkar, berdiskusi santai, dan menyerap aspirasi kawan-kawan di daerah.

Terima kasih Kanda Bursah Zarnubi dan keluarga besar Kabupaten Lahat atas sambutan yang begitu hangat. Semoga ikhtiar bersama ini membawa keberkahan, keselamatan kerja, serta kemaslahatan yang semakin nyata bagi warga Lahat dan Indonesia.

Rekan-rekan, salam hangat dan semoga semangat selalu dalam beraktivitas.

0 CommentsClose Comments

Leave a comment