Menjelang perhelatan besar Kongres HMI XXXIII di Lampung pada November 2026 mendatang, ingatan dan perhatian kita seketika tertuju pada agenda strategis organisasi yang kita cintai ini. Kongres bukan sekadar ruang pergantian nakhoda kepemimpinan, melainkan momentum krusial untuk memperkuat arah, gagasan, serta komitmen kaderisasi di semua jenjang.

Baru-baru ini, dalam perjalanan silaturahmi bersama para senior KAHMI dan kawan-kawan kader HMI di Lampung, kami larut dalam nostalgia masa-masa perjuangan di PB HMI. Di sela kehangatan tersebut, kami berdiskusi tipis-tipis mengenai betapa strategisnya Kongres XXXIII di Lampung nanti. Gagasan-gagasan segar pun terus bermunculan dari berbagai penjuru Nusantara.

Salah satunya ketika saya mengisi LK II di Fakfak, Papua Barat, beberapa waktu lalu, Kanda MHR Harun Songge melontarkan pemikiran berani mengenai pentingnya Rekonstruksi Epistemologi NDP (Nilai-Nilai Dasar Perjuangan). Diskusi-diskusi seperti inilah yang menunjukkan bahwa roh keilmuan dan kebebasan berpikir di tubuh HMI tetap menyala.

Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mendoakan dan memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan Kongres HMI XXXIII di Lampung dapat berjalan dengan aman, sejuk, dan lancar.

Harapan besar kita semua adalah lahirnya nakhoda kepemimpinan baru dari kalangan anak muda yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual dan integritas, tetapi juga benar-benar menghidupkan cita-cita luhur HMI. Pemimpin mendatang haruslah sosok yang memahami secara utuh lima kualitas Insan Cita—insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam, dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur.

HMI membutuhkan kepemimpinan muda yang berani membawa organisasi ini keluar dari sekadar rutinitas politik praktis, dan mengembalikannya pada khittah sebagai kawah candradimuka peradaban bangsa. 

Dunia bergerak sangat cepat di tengah era digital, kecerdasan buatan, dan perubahan iklim global. Tantangan yang dihadapi generasi kader hari ini tentu jauh berbeda dibanding masa-masa sebelumnya. Oleh karena itu, kita menaruh harapan besar agar kepemimpinan PB HMI periode mendatang fokus pada modernisasi sistem perkaderan.

Perkaderan HMI harus terus ditransformasi agar tetap adaptif tanpa kehilangan akar spiritual dan keilmuannya. Melalui modernisasi perkaderan, kita ingin memastikan kader-kader HMI di seluruh cabang menjadi relevan dengan zaman, kreatif, serta menjadi pionir kemaslahatan. 

Semoga seluruh keluarga besar hijau-hitam di mana pun berada senantiasa tercurah kesehatan, kebahagiaan, dan kelancaran dalam menyambut perhelatan akbar ini. Selamat mempersiapkan Kongres, kawan-kawan!

0 CommentsClose Comments

Leave a comment