Sedianya acara HUT dimeriahkan dengan berbagai hiburan, serta pesan dan kesan indah dari tuan rumah ataupun tamu undangan. Namun, pengurus DPP Golkar memilih memindahkan fokus “perayaan” menjadi doa bersama, merespon bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. 

Aksi kolektif ini pun direspon oleh Presiden Prabowo yang hadir ke arena HUT Golkar

“Saya ucapkan penghargaan kepada ketua umum Pak Bahlil, Pak Bahlil ini memang harus saya akui orang yang sangat cerdas, ini benar, sangat cerdas, semua acara sangat detail dan beliau turun ke lapangan ke Sumatra juga benar-benar turun ke lapangan mungkin karena beliau relatif Masih muda ya, masih fit apalagi orang dari Indonesia Timur,” kata Presiden. 

Presiden juga menyinggung latar belakang Ketum Bahlil sebagai orang Timur, yang disebutnya senang berpesta, tetapi juga menunjukkan sikap kenegarawanan. 

“Orang Indonesia Timur juga suka bapesta, benar ya? untung beliau juga sadar negarawan. Oh ini ulang tahun tapi saudara kita sudah susah tidak boleh malam ini bapesta, malam ini harus berdoa, luar biasa ketua umum,” tambahnya.

Sehari setelah HUT Golkar, Alhamdulillah, Pak Presiden kembali ke Sumatra, tepatnya ke Bireun, Aceh, untuk mengecek lagi progres pemulihan bencana. Nampaknya, sebait doa pada HUT Golkar juga dikabulkan, agar para pemimpin bangsa selalu disehatkan, serta masyarakat di tiga provinsi di Sumatra senantiasa diberikan kekuatan untuk bangkit.