Gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang berlangsung semarak, tidak hanya bagi warga Nahdliyin, tetapi juga bagi para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang turut hadir meramaikan. Melihat besarnya antusiasme dan banyaknya keluarga besar hijau-hitam di lokasi, para senior berinisiatif menggelar Silaturahmi Alumni HMI sebagai ruang temu dan pelepas rindu.
Momen hangat saat kami menyanyikan Hymne HMI di sela-sela agenda tersebut sempat secara spontan saya unggah dalam bentuk video ke akun Instagram dan Facebook saya. Tidak disangka, unggahan tersebut mendapat respons yang sangat ramai dan Alhamdulillah positif dari banyak kalangan. Bahkan, ada seorang rekan yang menginformasikan bahwa momen menyanyikan Hymne HMI ini merupakan hal yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah gelaran Muktamar NU.
Acara silaturahmi itu sendiri mengambil tempat di Annajiyah 3, Tambak Rejo, Jombang, pada Sabtu, 29 Agustus. Usai salat Isya, para alumni HMI mulai berkumpul secara akrab di bawah naungan tenda dan bentangan karpet hijau. Semilir angin malam menemani suasana kebersamaan yang hangat, sembari sayup-sayup suara dari pengeras suara sesi Muktamar masih terdengar menembus heningnya malam.
Momen paling berkesan hadir di penghujung acara. Saat menutup jalannya silaturahmi, Kanda Fachry Ali memimpin seluruh alumni untuk bersama-sama menyanyikan Hymne HMI. Beliau secara khusus berpesan agar lagu kebanggaan tersebut dinyanyikan dengan nada rendah saja, sebagai bentuk takzim dan rasa hormat kepada para peserta Muktamar NU yang sedang berlangsung.
“Yaa Allah, berkati… Bahagia HMI…”
Lirik luhur itu melantun penuh kekhusyukan. Penggalan Hymne HMI yang dibawakan dalam keheningan malam tersebut tak pelak menggugah senyuman hangat sekaligus rasa haru dari seluruh alumni yang hadir. Momen ini menjadi simbol indah bagaimana nilai persaudaraan lintas organisasi tetap terjalin erat dalam spirit keislaman dan keindonesiaan.
Semoga HMI selalu dimuliakan, senantiasa menjaga cita-cita luhurnya untuk terus berkhidmat demi kemajuan umat dan bangsa.