Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei kemarin bukan sekadar seremoni pengingat sejarah bagi kami di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Momentum bersejarah tersebut kami pilih sebagai hari lahirnya sebuah ikhtiar baru: I-CHIP (Indonesian Center for Health Evidence-Informed Policy). Sebagai dosen yang baru saja mengemban amanah di kampus ini, sekaligus dipercaya memimpin sebagai Direktur I-CHIP, saya merasakan betul adanya gelombang kebangkitan intelektual dan moral untuk membawa kampus keluar dari menara gading akademis.

Peresmian dan rapat persiapan I-CHIP ini dihadiri langsung oleh Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod Al Barbasy, jajaran Wakil Rektor, para Dekan di rumpun ilmu kesehatan, serta para peneliti lintas disiplin. Kami juga sangat bersyukur atas dukungan penuh dari otoritas kesehatan nasional yang dihadiri oleh Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI, Asnawi Abdullah, serta Guru Besar Kesehatan Masyarakat Prof. Abdul Razak Thaha bersama sejumlah profesor kesehatan lainnya.

Bagi saya pribadi, pendirian I-CHIP lahir dari sebuah kegelisahan akademik sekaligus panggilan moral. Di era transisi menuju Indonesia Emas 2045, kebijakan kesehatan nasional tidak boleh kehilangan arah keadilan sosialnya. Kebijakan publik di sektor kesehatan tidak boleh hanya disetir oleh kepentingan pasar global atau dinamika politik jangka pendek. Ia harus dipandu oleh bukti ilmiah (evidence-based) yang kokoh serta keberpihakan yang jelas kepada masyarakat luas, terutama kelompok rentan.

Di sinilah nilai Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah menemukan relevansinya. Jika dahulu sang pencerah, Kiai Ahmad Dahlan, menerjemahkan Surah Al-Ma’un melalui aksi nyata mendirikan rumah sakit dan panti asuhan untuk kaum dhuafa, maka hari ini di UMJ kita menerjemahkannya melalui data, riset, dan advokasi kebijakan publik.

“I-CHIP adalah Al-Ma’un dalam bentuk sains kebijakan. Kita menggunakan ilmu pengetahuan sebagai instrumen pembelaan terhadap kaum mustadh’afin (mereka yang lemah dan dimarginalkan).”

Sesuai dengan visi Rektor UMJ, Prof. Ma’mun Murod, I-CHIP didesain sebagai pusat studi tingkat universitas yang independen dan kolaboratif. Kita ingin menjawab berbagai tantangan besar kesehatan nasional secara konkret, mulai dari transformasi layanan primer, keadilan pembiayaan kesehatan, ketahanan kesehatan menghadapi perubahan iklim, hingga kemandirian farmasi dan alat kesehatan dalam negeri.

Untuk mengawal peta jalan tersebut, ke depan I-CHIP akan berfokus pada lima pilar akselerasi:

  • Policy Brief & Policy Modelling: Merumuskan rekomendasi kebijakan yang taktis bagi pemerintah.
  • Riset Spasial & Survei Nasional: Memetakan masalah kesehatan secara presisi berbasis wilayah.
  • Transformasi Teknologi: Memanfaatkan AI (Artificial Intelligence) dan Big Data dalam pelayanan kesehatan.

Langkah awal di Hari Kebangkitan Nasional ini barulah pembuka. Kami di I-CHIP UMJ siap menjadi jembatan yang menghubungkan antara sains, negara, dan kemaslahatan publik. Dari ruang-ruang riset di UMJ, kami siap mengawal navigasi kebijakan kesehatan Indonesia yang adil, mandiri, dan menyejahterakan seluruh rakyat. Mohon doa dan kolaborasinya!

0 CommentsClose Comments

Leave a comment