Sahabat sekalian, selain momentum konsolidasi internal dan penguatan sistem kaderisasi, gerakan kepemudaan di tubuh AMPI terus melompat jauh menembus batas teritorial negara. Kami percaya bahwa untuk menjawab ketidakpastian global, anak muda Indonesia harus mampu membangun jejaring taktis dengan kawasan regional, khususnya dengan saudara serumpun kita di Malaysia.
Pada akhir pekan kemarin, bertempat di AMPI Media Center, Jl. Surabaya No. 45, Menteng, Jakarta Pusat, DPP AMPI bersama Majelis Belia Malaysia (MBM) secara resmi memperkuat kolaborasi strategis melalui penyelenggaraan Kuala Lumpur – Jakarta Nusantara Youth Nexus 2026 (KLJ Nexus 2026).
Pertemuan ini menjadi momentum bersejarah dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama sekaligus deklarasi 10 Inisiatif Pemuda. Penandatanganan dilakukan oleh Presiden MBM Ybrs. Tuan Mohd. Izzat Afifi bin Hj Abdul Hamid, Ketua Umum DPP AMPI Jerry Sambuaga, Setiausaha Agung MBM, dan saya selaku Sekretaris Jenderal DPP AMPI.
Pilar-pilar strategis yang kami sepakati bersama meliputi:
- Digital Democracy & Youth Activism Network
- Cross-Border Leadership & Governance Exchange
- Nusantara Youth Entrepreneurship & Economy Hub
- ASEAN Youth Policy & Legislative Forum
- AI Ethics & Future Tech Youth Literacy
- Green Transition & Youth Climate Action Network
- Higher Education & Vocational Youth Mobility
- Nusantara Cultural Heritage Diplomacy
- Strategic Institutional Partnership MBM & AMPI
- Pembentukan Joint Youth Steering Committee & Task Force
Deklarasi 10 Inisiatif Pemuda ini diikat oleh satu semangat kebersamaan yang mendasar: “One Region, One Generation, One Future”. Kita tidak lagi berbicara tentang kompetisi antarnegara serumpun, melainkan tentang bagaimana pemuda Indonesia dan Malaysia bahu-membahu menjadi jangkar stabilitas, ekonomi digital, hingga kepemimpinan hijau di kawasan ASEAN.
Pembentukan Joint Youth Steering Committee & Task Force akan memastikan bahwa 10 pilar ini tidak berhenti sebagai dokumen kerja sama di atas kertas, melainkan menjelma menjadi aksi nyata, mulai dari pertukaran kepemimpinan, riset AI untuk anak muda, mobilitas pendidikan vokasi, hingga penguatan diplomasi budaya Nusantara.
Mari kita jaga energi kolaborasi ini. Anak muda tidak boleh lagi menunggu masa depan, karena masa depan Nusantara sedang kita bentuk hari ini bersama-sama!