Sepanjang akhir pekan kemarin, tanggal 4–5 Juli 2026, perjalanan silaturahmi gagasan membawa saya dan istri kembali bertolak menyeberang ke Pulau Sumatera untuk menginjakkan kaki di Bumi Ruwa Jurai, Lampung. Kunjungan maraton yang meliputi Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Pringsewu, hingga Kota Bandar Lampung ini terasa sangat istimewa, memadukan momen personal keluarga hingga diskusi strategis mengenai masa depan bangsa.

Agenda yang mengawali langkah kami di Lampung adalah memenuhi undangan sepasang junior yang sangat dekat dengan kami, yang dipertemukan oleh takdir saat bersama-sama berkontribusi di TKN Fanta pada masa pemilu lalu. Mereka adalah Chan dan Azizah. Menyaksikan mereka melangsungkan akad nikah di Kota Agung dan menggelar resepsi di Tanggamus menghadirkan rasa haru sekaligus bahagia di dada kami.

Bagi saya dan istri, Chan dan Azizah adalah bagian dari keluarga. Azizah adalah sosok yang rajin hadir dan kerap membantu kelancaran agenda Majelis Bulanan Menteng, pengajian rutin setiap Jumat akhir bulan yang kami selenggarakan di Jalan Surabaya. Kehadiran saya bersama istri adalah bentuk dukungan penuh dan restu terdalam agar pernikahan mereka senantiasa diberkahi, sakinah, mawaddah, warahmah.

Kami juga sempat ke Kabupaten Pringsewu. Saya, istri, beserta Sahabat Arya Kharisma Hardy (Pj. Ketua Umum PB HMI periode 2018-2020), menyempatkan diri mampir menjenguk Sahabat Aziz dan Dewi yang baru saja berbahagia menyambut kelahiran anak kedua mereka. Di kediaman mereka yang asri dan bernuansa slow living di tepian kota, kami dijamu dengan obrolan yang hangat dan cemilan yang sedap!

Tentu saja, perjalanan ke daerah tidak lengkap rasanya tanpa merajut simpul organisasi. Di Lampung, saya juga berkesempatan melakukan pertemuan informal dengan Ketua DPD AMPI Lampung serta Calon Ketua DPD AMPI DKI Jakarta untuk melakukan konsolidasi arah gerakan kepemudaan ke depan.

Memasuki malam hari di Bandar Lampung, silaturahmi kami semakin mantap. Kami berkesempatan berdiskusi dengan tokoh-tokoh penting Lampung, mulai dari Anggota DPR RI, Kanda Hanan A. Rozak, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Lampung Bang Agus Nompitu, hingga Ketua DPRD Kota Bandar Lampung yang juga Ketua DPD Golkar Bandar Lampung, Kanda Yuhadi.

Kami berkumpul dan makan malam bersama di salah satu destinasi kuliner lokal yang legendaris, Nasi Uduk Toha. Di sela-sela santapan nasi uduk yang gurih dan nikmat, diskusi kami mengalir hangat tanpa sekat membedah berbagai dinamika sosial-politik terkini di Lampung maupun Jakarta.

Puncak dari rangkaian Silaturahmi Gagasan di Lampung ini ditutup melalui diskusi bersama civitas akademika Institut Teknologi Sumatera (ITERA), yang dipimpin oleh dosen muda ITERA, Zulqadri Ansar (yang saat ini tengah menyelesaikan studi doktoralnya di Jerman). Pertemuan ini sangat krusial karena membedah peran nyata perguruan tinggi dalam menjawab tantangan kedaulatan energi, hilirisasi, dan industrialisasi nasional.

Indonesia sedang memasuki fase pembangunan yang sangat penting. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen kuat menegakkan amanah Pasal 33 UUD 1945, memastikan seluruh kekayaan alam dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Atas perintah Presiden Prabowo, Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum kita, Kanda Bahlil Lahadalia, saat ini sedang berjuang di garis depan membenahi tata kelola energi nasional—mulai dari hilirisasi mineral, penataan sumur rakyat, hingga transisi energi yang berkeadilan.

Dalam konteks itulah saya menegaskan bahwa ITERA memiliki posisi yang sangat strategis. Sebagai kampus teknologi di Sumatera, ITERA tidak boleh hanya menjadi pengamat atau sekadar mencetak lulusan. ITERA harus tampil sebagai pusat pemikiran strategis nasional yang melahirkan inovasi, riset, dan penguasaan teknologi.

Hilirisasi bukan cuma soal membangun pabrik atau smelter fisik, melainkan tentang penguasaan teknologi dan peningkatan kualitas SDM. Kampus memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk memastikan Indonesia bertransformasi dari pengekspor bahan mentah menjadi bangsa industri maju yang mandiri.

Rangkaian perjalanan selama dua hari di Lampung ini membawa pulang optimisme besar bagi saya. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, partai politik, perguruan tinggi, dan generasi muda adalah kunci utama untuk membawa Indonesia menuju negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur.

Terima kasih setinggi-tingginya untuk seluruh saudara, senior, junior, dan civitas akademika yang telah meluangkan waktu dan memperpanjang tali silaturahmi bersama kami di Lampung. Semoga di lain kesempatan, kami bisa kembali berkunjung ke Bumi Ruwa Jurai.

Tabik pun! Selamat memulai pekan yang produktif untuk kita semua. Mari terus bergerak di tengah lapangan!