Minggu pagi ini (6/9), ada pemandangan yang sedikit berbeda di area Car Free Day (CFD) Bunderan Kota Cianjur. Di tengah hangatnya suasana warga yang berolahraga, kami bersama kawan-kawan dari Indonesia Geothermal Golf Community (IGGC) dan Inisiatif Daulat Energi (IDE) menggelar Geothermal Fun Day.
Agenda kami sederhana: jalan sehat (fun walk), menyapa warga, sekaligus membagikan brosur edukasi “Fakta vs Mitos Panas Bumi”. Mengapa ini penting? Karena di balik potensi panas bumi (geothermal) Cianjur yang begitu besar untuk energi bersih masa depan, masih tersisa keraguan dan penolakan dari sebagian kawan-wants masyarakat akibat informasi yang belum utuh.
Usai dari CFD, ruang dialog kita perjelas dan perdalam dalam sesi ngopi santai di Sapong Space, Cianjur.
Diskusi dibuka langsung oleh Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM RI, Dr. P. Hadi Wijaya, S.T., M.T., serta menghadirkan para pakar dan tokoh yang luar biasa: Mas Riza Pasikki (Ketua IGGC & praktisi geothermal), Pak Ir. Ali Ashat (akademisi ITB), dan Kang Dodi Faraitody (Rektor UNPI Cianjur).
Salah seorang warga Cianjur, Kang Aldi, menyampaikan pandangan yang sangat jujur dan mewakili keresahan warga. Beliau bercerita bahwa awal mulanya ia dan lingkungan sekitarnya sempat menolak geothermal karena banyaknya isu simpang siur yang beredar. Namun, setelah membaca literatur yang benar dan hadir dalam ruang dialog ini, cara pandangnya menjadi terbuka. Harapannya sederhana: para pemangku kepentingan harus lebih sering hadir dan menyapa warga secara langsung untuk meluruskan fakta.
Mendengar penuturan tersebut, saya semakin yakin bahwa mustahil kita melihat masa depan Indonesia yang baik dengan cara-cara lama. Mustahil pula kita menjadi bangsa yang maju jika masih terus bertahan dan bergantung pada energi fosil. Sesuatu yang baru hanya bisa kita capai jika caranya baru, pikirannya baru, dan orang-orangnya pun baru.
Potensi panas bumi di Cianjur bukan sekadar soal megawatt listrik, melainkan tentang bagaimana menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat setempat—mulai dari pembukaan lapangan kerja, penguatan UMKM, hingga penggerak roda ekonomi sirkuler.
Jika kolaborasi pentahelix ini terus kita rawat, insya Allah kebijakan Energi Baru Terbarukan (EBT) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan mendapatkan dukungan penuh dari rakyat.
Rangkaian acara hari ini kami tutup dengan berbagi kebahagiaan melalui penyerahan donasi alat-alat olahraga dan laptop untuk adik-adik kita di MA Persis No. 4 Cianjur dan MA Ulul Abshar Cilaku, Cianjur. Semoga sedikit ikhtiar ini bisa menunjang semangat belajar mereka sebagai calon pemimpin masa depan.
Setiap potensi alam yang Allah titipkan di bumi Nusantara adalah kenikmatan. Jika kita mampu mengelolanya dengan rasa syukur, keilmuan, dan keadilan, insya Allah kenikmatan itu akan berbuah kesejahteraan bagi umat dan bangsa.