Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sebelum presiden memimpin upacara di Istana Merdeka, presiden akan mampir ke Gedung MPR/DPR/DPD RI untuk berpidato. Pada pidato kenegaraan itulah, presiden menyampaikan laporan tahunan, serta penyampaian terkait APBN.
Bagi saya, pidato Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (15/08/2025), tak hanya pidato biasa. Beliau telah menyampaikan seruan kebangsaan, bahwa masa depan Indonesia harus menempuh jalan melalui penguatan ekonomi dan demokrasi.
Ekonomi dan demokrasi yang kuat ada pada pemikiran Daron Acemoglu dan James Robinson pada buku yang cukup tenar, “Why Nations Fail”. Mereka menegaskan bahwa sebuah bangsa gagal bukan karena miskin sumber daya, melainkan karena rapuhnya institusi ekonomi dan politik. Sebaliknya, bangsa yang berhasil adalah bangsa yang mampu memperkuat institusinya sehingga adil, inklusif, dan berpihak kepada rakyat banyak.
Lalu, di mana posisi anak muda dalam memastikan dua pilar: ekonomi dan demokrasi ini bisa membawa bangsa kita meraih kemerdekaan abadi?
Baca selengkapnya di laman website saya: https://ariefrosyid.id/penguatan-ekonomi-dan-demokrasi-jalan-kita-sebagai-orang-muda.html
Sumber Foto: Kompas