Arief Rosyid Hasan (Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Alumni SPKP Golkar Institute)
Di tengah ketidakpastian global dan kompleksitas persoalan bangsa, Indonesia membutuhkan kehadiran negara yang benar-benar membumi yakni negara yang hadir, bekerja, dan berpihak. Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan arah transformasi Partai Golkar di bawah Ketua Umum Bahlil Lahadalia menjadi simbol nyata kebangkitan kembali peran negara sebagai penggerak utama perubahan sosial dan ekonomi.
Dalam perspektif keilmuan, gagasan ini senafas dengan teori Theda Skocpol, bringing the state back in, di mana negara diposisikan bukan hanya sebagai regulator pasif, melainkan sebagai aktor strategis yang aktif memengaruhi jalannya sejarah. Bagi Partai Golkar, gagasan ini sesungguhnya telah hidup dalam doktrin ideologis partai yaitu Karya Siaga Gatra Praja dan cita-cita masyarakat kekaryaan Indonesia.
Maka ketika Presiden Prabowo menjalankan kepemimpinan negara yang berpihak pada rakyat—melalui program makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, sekolah rakyat, hilirisasi industri, dan koperasi merah putih—sesungguhnya ini adalah jalan menjadi negara kesejahteraan. Komitmen ini yang menjadikan negara bukan sekadar alat kekuasaan, tetapi instrumen pelayanan dan pengabdian.
Negara yang Hadir, Rakyat yang Berkarya
Negara yang dibayangkan bukan lagi sebagai struktur birokrasi yang kaku dan jauh dari kehidupan rakyat, melainkan sebagai teman hidup rakyat itu sendiri. Ia mengisi perut anak-anak sekolah melalui kebijakan makan bergizi, menyapa tubuh rakyat melalui cek kesehatan gratis, mencerdaskan masa depan dengan sekolah rakyat, dan membangkitkan martabat ekonomi lewat koperasi serta hilirisasi yang membuka lapangan kerja.
Bersama Golkar, Presiden Prabowo tengah menegaskan bahwa kehadiran negara bukan sekadar janji konstitusi, melainkan kewajiban moral dan politik. Negara bekerja bukan hanya untuk statistik, tetapi untuk kesejahteraan yang nyata. Di sinilah asas-asas doktrin Karya Siaga Gatra Praja menemukan aktualisasinya yakni kepemimpinan dan demokrasi Pancasila, keseimbangan antara kepentingan umum dan pribadi, semangat kekeluargaan dan gotong royong, serta sikap pantang menyerah dalam perjuangan.
Partai Golkar-pun tidak ragu dalam keberpihakannya. Sejak awal, Golkar adalah partai yang berdiri di barisan terdepan untuk menyukseskan kepemimpinan Presiden Prabowo. Dukungan ini bukan bersifat transaksional, tetapi ideologis. Golkar memilih untuk selalu bersama pemerintah—apapun risikonya—karena Golkar percaya bahwa pembangunan dan stabilitas nasional membutuhkan loyalitas politik, bukan kalkulasi sesaat.
Masyarakat Kekaryaan sebagai Jalan Ideologis
Partai Golkar tidak pernah menjadikan kekuasaan sebagai tujuan akhir. Dalam doktrinnya, kekuasaan hanyalah sarana untuk membentuk masyarakat kekaryaan Indonesia: masyarakat yang mengabdi kepada Tuhan melalui kerja nyata, yang menjadikan karya sebagai alat meningkatkan harkat manusia, dan yang menyelesaikan setiap persoalan dengan musyawarah dan mufakat.
Apa yang kini sedang dibangun oleh Presiden Prabowo adalah jalan ideologis menuju masa depan bangsa. Bangsa yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga dewasa secara sosial dan berdaulat secara politik. Kita sedang menyaksikan bangkitnya kembali semangat politik kekaryaan—politik yang bukan hanya bicara tapi bekerja, bukan hanya menjanjikan tapi menyelesaikan.
Partai Golkar, dalam wajah barunya, menunjukkan bahwa menjadi partai pemerintah bukan berarti kehilangan idealisme. Justru di sinilah pembuktian dilakukan, bahwa kekuasaan bisa menjadi jalan pengabdian, ideologi bisa hidup di tengah kebijakan publik, dan keberpihakan bisa diwujudkan dalam kerja nyata.
Inilah wajah baru Indonesia dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yakni negara yang hadir, rakyat yang berkarya, dan pemimpin yang memihak. Sejalan dengan itu, wajah Golkar hari ini adalah partai yang memilih untuk terus bersama pemerintah, membela rakyat, dan berkarya untuk Indonesia Emas.
Sumber Foto:
https://www.antarafoto.com/id/view/2185275/prabowo-dan-gibran-hadiri-buka-puasa-bersama-partai-golkar