Selamat Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, rekan-rekan pembaca dan seluruh darah muda Nusantara! Semoga fajar 17 Agustus ini menyalakan kembali api perjuangan kita untuk membawa orang muda Indonesia berdiri tegak dan melompat lebih tinggi.
Di tengah momentum bersejarah kemerdekaan ini, pertanyaan mendasar yang perlu kita renungkan bersama adalah: apa arti kemerdekaan bagi generasi muda hari ini?
Bagi kami di Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan. Kemerdekaan adalah hadirnya kepastian masa depan, keterbukaan peluang, serta ruang aman bagi orang muda untuk tumbuh, berkarya, dan mandiri secara ekonomi.
Jika kita cermati berbagai hasil riset dan survei nasional terbaru mengenai Gen Z dan Milenial, keresahan utama orang muda hari ini sangat riil dan dekat dengan kehidupan sehari-hari:
Pertama, Kekhawatiran Lapangan Kerja (Job Insecurity): Persaingan dunia kerja yang makin ketat di tengah era otomatisasi dan disrupsi teknologi.
Kedua, Mimpi Memiliki Hunian (Housing Affordability): Kenaikan harga tanah dan properti di perkotaan yang membuat pasangan serta orang muda cemas akan kepemilikan rumah pertama.
Ketiga, Akses & Permodalan Usaha: Banyak perintis UMKM dan wirausaha muda lokal yang masih memiliki tantangan untuk mengakses permodalan, pelatihan digital, serta pendampingan bisnis yang berkelanjutan.
Keempat, Kesehatan Mental & Ruang Ekspresi: Kebutuhan akan ruang publik yang inklusif, sehat, dan mendukung tumbuhnya kreativitas tanpa sekat.
Kita melihat gambaran ini setiap hari. Harus diakui, di sekitar kita, masih ada saja orang muda terdidik yang berjuang menembus sengitnya dunia kerja, atau anak-orang muda di daerah yang memiliki ide kreatif luar biasa tetapi terbatas oleh akses jejaring dan permodalan.
Makna kemerdekaan di era modern adalah keberanian untuk mengambil peran aktif. orang muda tidak boleh lagi berada di posisi penonton, pengkritik pasif, atau sekadar jadi objek kebijakan. AMPI hadir untuk memastikan bahwa energi, gagasan, dan keresahan orang muda mendapatkan wadah eksekusi yang nyata.
Sebagai Sekretaris Jenderal DPP AMPI, saya menegaskan komitmen AMPI untuk fokus mengawal isu-isu strategis orang muda melalui tiga langkah gerakan:
Pertama, Inklusivitas Pintu Masuk & Data Digital:
Melalui terobosan seperti KTA Digital AMPI, dan berbagai kegiatan produktif lainnya, kami membuka pintu seluas-luasnya bagi darah muda dari desa hingga kota untuk bergabung, berjejaring, dan saling menguatkan tanpa sekat birokrasi yang rumit.
Kedua, Penguatan Ekosistem Kewirausahaan & Skill Masa Depan:
AMPI berkomitmen menjadi jembatan bagi orang muda untuk mengakses pelatihan literasi digital, kecerdasan buatan (AI), ekonomi hijau, hingga pendampingan bisnis UMKM agar pemuda tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru.
Ketiga, Mengawal Arah Besar Pembangunan Nasional:
AMPI siap berada di garda terdepan untuk mengawal implementasi arah besar pembangunan negara, termasuk 8 Prioritas APBN yang telah dicanangkan pemerintah. Kita ingin memastikan bahwa fokus anggaran negara, mulai dari pendidikan, kesehatan, perumahan, hingga ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan, benar-benar menghadirkan dampak nyata untuk orang muda.
Memaknai 81 tahun Indonesia Merdeka berarti memastikan tidak ada satu pun orang muda Indonesia yang merasa berjalan sendirian dalam memperjuangkan cita-citanya. Bersama AMPI, mari kita jadikan keresahan hari ini sebagai bahan bakar untuk melahirkan karya-karya baru menuju Indonesia Emas 2045.
Dirgahayu Republik Indonesia! Mari terus melangkah ke tengah lapangan, bekerja dengan ilmu, integritas, dan semangat pembaharuan!