Beberapa hari terakhir, perhatian saya tertuju penuh pada kampung halaman kita di Sulawesi Selatan. Kabar mengenai antrean panjang dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dialami warga tentu menimbulkan rasa prihatin mendalam. BBM adalah nadi penggerak aktivitas dan ekonomi masyarakat, sehingga hambatan pada distribusinya berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, saya berikhtiar untuk ikut mendorong dan memfasilitasi hadirnya solusi konkrit bagi pemenuhan stok BBM di Sulsel. Alhamdulillah, ikhtiar ini disambut baik melalui ruang komunikasi dan rapat bersama antara kawan-kawan aktivis dengan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga.
Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah responsif Dirut Pertamina Patra Niaga yang tidak hanya membuka ruang dialog, tetapi juga turun dan hadir langsung mengawasi pemenuhan stok di lapangan pada Sabtu (12/9) kemarin.
Satu hal yang patut kita apresiasi adalah keterbukaan informasi. Dalam pertemuan tersebut, Pertamina Patra Niaga secara transparan menyampaikan rincian kondisi stok BBM di setiap kabupaten dan kota se-Sulsel. Transparansi ini penting agar semua pihak memiliki data yang presisi dan solusi yang diambil bisa tepat sasaran.
Setelah pertemuan-pertemuan tersebut dijahit dan transparansi terbentuk, Alhamdulillah pasokan mulai dialirkan secara masif. Sebanyak satu kapal tanker membawa 16 ribu metrik ton BBM langsung dikirim menuju Makassar. Di saat yang sama, armada mobil tangki untuk distribusi darat disiapkan secara matang.
Alhamdulillah, berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (13/9) ini, antrean BBM di berbagai SPBU di Makassar sudah mulai terurai secara bertahap.
Di luar persoalan pasokan, saya juga menerima banyak masukan dan aspirasi dari warga mengenai dugaan aksi oknum-oknum penimbun BBM yang bergerak pada tengah malam demi memanfaatkan situasi.
Tentu kita sangat menyayangkan tindakan oknum yang mengambil keuntungan di atas kesulitan masyarakat. Namun di sisi lain, saya mengapresiasi langkah cepat Pertamina dan aparat yang menerjunkan puluhan petugas tambahan di SPBU. Langkah ketat ini memastikan penyaluran BBM benar-benar tepat sasaran dan hanya dapat dibeli oleh konsumen retail yang membutuhkan.
Persoalan pelayanan publik seperti ini mengingatkan kita bahwa ketika masalah hadir, langkah terbaik bukan saling menunjuk, melainkan duduk bersama, membuka transparansi, dan mengeksekusi solusi secara cepat.
Semoga pasokan BBM di Sulawesi Selatan kembali pulih sepenuhnya, dan aktivitas perekonomian warga dapat kembali berjalan dengan lancar dan tenang.