Beberapa waktu lalu, saya mengunggah tiga foto lama yang menyimpan memori dan momen bersejarah di akun media sosial saya. Foto pertama merekam kebersamaan kami bertiga, Kanda Bahlil Lahadalia, Kanda Muhammad Sarmuji, dan saya, saat duduk melingkar dalam sebuah meja diskusi. Foto lainnya masing-masing saat Kanda Bahlil maupun Kanda Sarmuji menjadi imam salat berjemaah.
Kedekatan Kanda Bahlil dan Kanda Sarmuji semakin lekat, terutama karena di Partai Golkar, Kanda Bahlil mengemban amanah sebagai Ketua Umum dan Kanda Sarmuji dipilih untuk menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen).
Unggahan tersebut menjadi catatan rasa syukur atas pelantikan dua sosok senior yang sangat saya hormati: Kanda Bahlil Lahadalia yang dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Koordinator Bidang Energi dan Hilirisasi merangkap Menteri ESDM, serta Kanda M. Sarmuji yang dilantik sebagai Menteri Perindustrian.
Bagi yang mengenal dekat, Kanda Bahlil dan Kanda Sarmuji adalah paduan yang saling melengkapi. Kanda Bahlil adalah figur pemimpin yang visioner dan senantiasa tegak lurus dengan visi Presiden untuk menempatkan prinsip “Indonesia First” di atas segalanya. Beliau terbukti dipercaya dua presiden, yakni sejak memimpin Kementerian Investasi/BKPM hingga Kementerian ESDM saat ini. Meski amanah sebagai Menko Energi dan Hilirisasi tentu bukan tugas yang mudah, insya Allah kepemimpinan beliau akan membawa transisi dan kedaulatan energi nasional terlaksana dengan sangat baik.
Di sisi lain, Kanda Sarmuji adalah sosok yang sangat paham teknokrasi, memiliki kemampuan problem solving yang tajam, dan di atas segalanya: beliau luar biasa humble (rendah hati).
Kehumble-an inilah yang menjadi magnet kepemimpinan beliau hingga dipercaya menjadi Sekjen DPP Partai Golkar. Siapa pun yang pernah bertemu langsung dengan beliau pasti sepakat bahwa Kanda Sarmuji sangat membumi. Padahal, jika melihat rekam jejaknya, beliau adalah legislator Golkar peraih suara tertinggi di Dapil Jawa Timur VI, anggota DPR RI incumbent, serta mantan Ketua DPD I Golkar Jawa Timur. Bahkan dari para senior Golkar, saya sering mendengar cerita bagaimana Kanda Sarmuji merupakan pionir yang memperkenalkan optimalisasi kampanye media digital di dapilnya.
Di balik jajaran capaian politik dan teknokrasinya, ada sisi kehangatan Kanda Sarmuji yang selalu melekat di benak orang-orang terdekatnya.
Setelan “normal” saat kita bertamu ke rumah beliau adalah makan lesehan di atas karpet. Sering kali beliau sendiri yang berjalan ke dapur, membuka panci kukusan, lalu mengambilkan kami sepiring garang asem hangat. Tak berhenti di situ, beliau akan berpindah ke samping wajan panas, menggoreng dan mengambil sepiring penuh ayam goreng renyah untuk disajikan di meja kecil tempat kami mengambil hidangan.
Beliau memang gemar belanja sendiri ke pasar, meracik bumbu dan memasak di dapur, lalu mengundang kawan-kawan serta para junior untuk makan bersama, berdiskusi hangat, dan menutup malam dengan salat Isya berjemaah.
Melihat rekam jejak, kapasitas, dan kebumian beliau, kami sangat optimistis Kanda Sarmuji akan membawa angin segar dan keberpihakan nyata bagi industri nasional di Kementerian Perindustrian.
Selamat bertugas untuk Kanda Bahlil Lahadalia dan Kanda M. Sarmuji. Selain keluarga besar Golkar, doa dan dukungan penuh mengalir dari seluruh alumni dan kader HMI di mana pun berada.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, petunjuk, dan kelancaran bagi Kanda berdua dalam mengemban amanah besar ini demi kemakmuran rakyat dan kejayaan bangsa.
Yakin Usaha Sampai!